Other Information Logo
PPDBKJPGaleri
 Profil backgound
Home /
/ Komite
Komite

Komite

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
(AD / ART )
KOMITE SEKOLAH SMA NEGERI 29 JAKARTA
2018 – 2021

ANGGARAN DASAR
KOMITE SEKOLAH

PEMBUKAAN

Pada hakekatnya pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara Pemerintah, Orang Tua, dan Masyarakat. Selaras dengan perkembangan dan tuntutan terhadap kualitas pelayanan dan hasil pendidikan, maka sudah selayaknya bahwa setiap komponen melakukan reposisi yang mengarah kepada aspirasi dalam bentuk partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Sekolah yang berkualitas.
Bentuk partisipasi masyarakat dapat dihimpun secara terorganisasi melalui suatu wadah yang disebut KOMITE SEKOLAH sebagai mitra kerja sejajar dengan Sekolah.


BAB I
NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN

Pasal 1
1. Organisasi ini bernama Komite Sekolah SMA NEGERI 29 Jakarta.
2. Komite Sekolah ini dibentuk pada tanggal 19 September 2018.
3. Komite Sekolah ini berkedudukan di SMA NEGERI 29 Jakarta dengan alamat Jl. Kramat no. 6, RT 7/RW 1, kelurahan Kebayoran Lama Utara, kecamatan Kebayoran Lama, Kota Madya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta kode pos 12220.

BAB II
DASAR

Pasal 2
1. Komite Sekolah berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Nomor 30 tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.


BAB III
TUJUAN

Pasal 3

1. Mewadahi dan meningkatkan partisipasi para stakeholder pendidikan pada tingkat Sekolah untuk ikut serta merumuskan, menetapkan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Sekolah serta pertanggungjawaban yang berfokus pada kualitas pelayanan peserta didik secara proporsional dan terbuka.
2. Mewadahi partisipasi para stakeholder turut serta dalam manajemen Sekolah sesuai dengan peran dan fungsinya, berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program Sekolah secara proporsional.
3. Mewadahi partisipasi baik individu maupun kelompok sukarela pemerhati atau pakar pendidikan yang peduli kepada kualitias pendidikan secara proporsional selaras dengan kebutuhan Sekolah.
4. Menjembatani dan turut serta memasyarakatkan kebijakan Sekolah kepada pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dan kewenangan di tingkat daerah.

BAB IV
KEGIATAN

Pasal 4
1. Komite Sekolah melakukan pertimbangan terhadap kebijakan Sekolah terkait pendidikan.
2. Komite Sekolah mengawasi pelayanan pendidikan di Sekolah.
3. Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, serta pengawasan pendidikan.
4. Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.
5. Komite Sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh Sekolah sebelum melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat.

BAB V
KEDAULATAN

Pasal 5
Kedaulatan organisasi ada ditangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya melalui rapat anggota Komite Sekolah.


BAB VI
TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 6
1. Fungsi Komite Sekolah adalah membantu dan mengawasi peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
2. Komite Sekolah menjalankan fungsinya secara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.
3. Komite Sekolah membantu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
4. Komite Sekolah menjaga dan meningkatkan nama baik Sekolah.
5. Komite Sekolah menjalin dan mengembangkan komunikasi positif dengan Kepala Sekolah, Orang Tua / Wali Murid, Tata Usaha Sekolah, Tenaga Pendidik dan masyarakat.
6. Komite Sekolah memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait dengan:
a. Pengembangan kurikulum Sekolah.
b. Kebijakan dan program Sekolah.
c. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah / Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS).
d. Kriteria kinerja Sekolah.
e. Kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah.
f. Kriteria kerjasama Sekolah dengan pihak lain.
7. Komite Sekolah menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat baik perorangan / organisasi / dunia usaha / dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya melalui upaya kreatif dan inovatif.
8. Mengawasi pelayanan pendidikan di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
9. Menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi dari peserta didik, orang tua / wali, dan masyarakat, serta hasil pengamatan Komite SEKOLAH SMAN 29 atas kinerja Sekolah.

Pasal 7
Komite Sekolah bertugas:
1. Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait dengan:
a. Pengembangan kurikulum Sekolah.
b. Kebijakan dan program Sekolah.
c. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah / Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS).
d. Kriteria kinerja Sekolah.
e. Kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah.
f. Kriteria kerjasama Sekolah dengan pihak lain.
2. Mengawasi pelayanan pendidikan di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Memberikan bantuan, saran dan pertimbangan, serta dukungan terhadap program Sekolah.
4. Melakukan pemantauan akademik terhadap:
a. Berjalannya kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang berbasiskan standar nasional pendidikan.
b. Berjalannya kegiatan belajar mengajar oleh tenaga pendidik sesuai dengan fungsinya.
5. Menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat demi peningkatan mutu peserta didik dan lulusan di masa depan.

BAB VII
KEANGGOTAAN DAN KEPENGURUSAN

Pasal 8
KEANGGOTAAN

Keanggotaan Komite Sekolah SMAN 29 terdiri dari:
1. Unsur orang tua / wali peserta didik.
2. Unsur masyarakat yang peduli pendidikan hal mana dapat berasal dari:
a. Dunia usaha / dunia industri.
b. Alumni.
c. Ikatan Profesi.
Pasal 9
KEPENGURUSAN

1. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 15 (lima belas) orang serta berjumlah ganjil dengan susunan sebagai berikut:
a. Ketua.
b. Sekertaris.
c. Bendahara.
d. Bidang-bidang yang ditentukan sesuai kebutuhan.
2. Rasio kepengurusan adalah sebagai berikut:
a. Unsur orang tua / wali peserta didik berjumlah paling banyak 50% (lima puluh persen) dari jumlah pengurus.
b. Unsur masyarakat yang peduli pendidikan berjumlah paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari jumlah pengurus.
c. Unsur tokoh / ahli pendidikan berjumlah paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari jumlah pengurus.
3. Masa bakti kepengurusan.
a. Masa bakti kepengurusan adalah 3 (tiga) tahun.
b. Masa bakti kepengurusan dapat diperpanjang selama paling banyak 1 (satu) kali masa bakti dengan keputusan rapat.
4. Pengurus dipilih dari dan oleh perwakilan orang tua kelas (WOTK) secara demokratis dan terbuka dalam musyawarah pembentukan Komite Sekolah SMAN 29.
5. Ketua bukan berasal dari kepala satuan pendidikan yang bersangkutan.
6. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah setelah melalui rapat pembentukan / pemilihan dan bila dibutuhkan terlebih dahulu dengan memberi penjelasan kepada Kepala Sekolah. Surat Keputusan Kepala Sekolah ditembuskan kepada seluruh instansi terkait.
BAB VIII
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA DAN PENGURUS

Pasal 10
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Anggota Komite Sekolah SMAN 29 mempunyai hak:
1. Hak Suara, yaitu hak memilih dan hak dipilih serta ikut dalam pemungutan suara untuk pengambilan keputusan.
2. Hak Bicara, yaitu hak untuk menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan.
3. Hak Untuk Mengikuti Kegiatan yang telah ditetapkan menjadi kegiatan Komite Sekolah SMAN 29.
Anggota Komite Sekolah SMAN 29 mempunyai kewajiban:
1. Mentaati semua ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
2. Menjaga dan menjunjung tinggi nama baik Komite Sekolah SMAN 29, Sekolah dan Peserta Didik.
3. Menjaga perdamaian dan mendahulukan musyawarah dalam mengambil keputusan.
4. Memberikan teladan dalam berpikir dan berperilaku positif.
BAB IX
KEUANGAN

Pasal 11
SUMBER KEUANGAN

Sumber keuangan diperoleh dari:
1. Pemerintah;
2. Pemerintah Daerah;
3. Masyarakat;
4. Bantuan pihak swasta yang tidak mengikat;
5. Orang tua peserta didik.
6. Sumber lain yang sah dan gotong royong.
Pasal 12
PENGGUNAAN ANGGARAN

1. Penggunaan Anggaran Komite Sekolah SMAN 29 dan dana masyarakat yang dihimpun oleh Komite Sekolah SMAN 29 digunakan untuk:
a. Kegiatan-kegiatan yang didasarkan kepada perencanaan investasi dan / atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis, rencana kerja tahunan, serta anggaran tahunan yang mengacu pada standard pendidikan nasional.
b. Perencanaan investasi dan / atau operasi sebagaimana dimaksud pada poin 1 diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.
c. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan pemenuhan standard pendidikan nasional.
d. Kegiatan-kegiatan lain di luar anggaran yang ditetapkan bersama dengan Sekolah.
e. Melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawab Komite Sekolah SMAN 29 sesuai dengan program Sekolah.
2. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening bersama atas nama Komite Sekolah SMAN 29 atau disesuaikan dengan aturan perbankan yang berlaku.
3. Dana yang diperoleh dibukukan, dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara objektif, akurat, tepat waktu, tepat jumlah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Dana tidak berasal dari peserta didik yang tidak mampu secara ekonomis yang penetapannya disepakati bersama dengan pihak Sekolah.
5. Dana tidak berasal dari orang tua / wali peserta didik yang tidak mampu secara ekonomis yang penetapannya disepakati bersama dengan pihak Sekolah.
6. Dana yang diperoleh tidak terkait dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik dan / atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
7. Dana tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota Komite Sekolah SMAN 29.
8. Pengumpulan, penggunaan dan pengalokasian dana dipertanggungjawabkan oleh Komite Sekolah SMAN 29 secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan terutama orang tua peserta didik, dan penyelenggara satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB X
MEKANISME KERJA DAN RAPAT-RAPAT

Pasal 13
MEKANISME KERJA

Mekanisme kerja diatur kemudian dalam bentuk tata laksana / pembagian tugas.

Pasal 14
RAPAT-RAPAT

Rapat-rapat terdiri dari:
1. Rapat Anggota.
2. Rapat Kerja.
3. Rapat Pleno.
4. Rapat Pengurus Harian.
BAB XI
PERUBAHAN AD/ART DAN PEMBUBARAN KOMITE SEKOLAH SMAN 29

Pasal 15
PERUBAHAN AD/ART

1. Keputusan perubahan AD/ART dapat dilakukan apabila cukup alasan yang kuat serta disetujui oleh anggota dalam rangka peningkatan efisiensi dan tanggung jawab Komite Sekolah SMAN 29.
2. Keputusan perubahan AD/ART dapat dilakukan untuk menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang terbit dan berlaku setelah ditetapkannya AD/ART ini.
3. Perubahan AD/ART dilakukan melalui Rapat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) anggota dan disetujui oleh lebih dari setengah jumlah yang hadir.
Pasal 16
PEMBUBARAN KOMITE SEKOLAH SMAN 29

Pembubaran organisasi Komite Sekolah SMAN 29 dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku.


Pasal 17
Apabila Komite Sekolah SMAN 29 secara resmi dinyatakan bubar, maka seluruh asset organisasi Komite Sekolah SMAN 29 dalam bentuk apapun diserahkan kepada satuan pendidikan yang akan digunakan untuk kepentingan pendidikan.

BAB XII
PENUTUP

Pasal 18
1. Anggaran Dasar Komite SEKOLAH SMAN 29 berlaku sejak ditetapkan.
2. Dengan berlakunya Anggaran Dasar ini maka segala ketentuan yang terdahulu dengan sendirinya tidak berlaku.
3. Keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Komite SEKOLAH SMAN 29 ditentukan oleh niat baik, kerja keras yang tulus Komite SEKOLAH SMAN 29 untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
Pasal 19
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

==================================



ANGGARAN RUMAH TANGGA
KOMITE SEKOLAH
SMA NEGERI 29 JAKARTA


BAB I
PEMILIHAN DAN KOMPOSISI ANGGOTA DAN PENGURUS

Pasal 1
SYARAT-SYARAT MENJADI ANGGOTA / PENGURUS KOMITE SEKOLAH SMAN 29
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.
4. Menyatakan bersedia menjadi anggota Komite Sekolah SMAN 29 secara tertulis.
5. Tidak menuntut imbalan jasa.
6. Tidak cacat hukum.
Pasal 2
PEMILIHAN ANGGOTA
1. Pemilihan anggota diawali dengan pembentukan panitia persiapan yang dibentuk oleh kepala satuan pendidikan dan / atau oleh masyarakat.
2. Panitian persiapan berjumlah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan berjumlah gasal yang terdiri dari unsur guru, kepala satuan pendidikan/yayasan, perwakilan orang tua peserta didik berdasarkan jenjang kelas yang dipilih secara demokratis, pemerhati pendidikan/alumni, tokoh masyarakat/tokoh agama, kalangan dunia usaha dan industri, pejabat pemerintah setempat, organisasi profesi tenaga kependidikan, dan unsur pengurus Komite Sekolah SMAN 29 yang ada.
3. Panitia persiapan mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk majelis Sekolah dan Komite Sekolah SMAN 29 yang sudah ada) tentang Komite Sekolah SMAN 29 menurut keputusan ini.
4. Anggota yang dipilih oleh Panitia persiapan adalah anggota tetap yang mengikuti masa bakti sesuai aturan dalam Anggaran Dasar. Pengurus yang kemudian terpilih dapat mengangkat anggota tidak tetap sebagai anggota tambahan dengan masa bakti per 1 (satu) tahun.
5. Panitia persiapan bertugas untuk menyusun kriteria calon anggota, menyeleksi serta menyusun nama-nama anggota, mengumumkan calon-calon anggota.
6. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota berdasarkan suara terbanyak.

Pasal 3
PEMILIHAN PENGURUS
1. Pemilihan pengurus dilakukan dalam forum musyawarah anggota yang dipimpin oleh salah satu anggota atas persetujuan anggota terpilih.
2. Pemilihan pengurus ditentukan dengan suara terbanyak.
3. Ketentuan lebih lanjut tentang proses pemilihan diatur dalam tata tertib tentang pemilihan pengurus.
4. Menyampaikan nama pengurus dan anggota Komite Sekolah SMAN 29 kepada Kepala Sekolah untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Kotamadya Jakarta Selatan.
Pasal 4
KOMPOSISI ANGGOTA PENGURUS
1. Calon anggota Komite Sekolah SMAN 29 yang disepakati dalam musyawarah atau mendapatkan dukungan suara terbanyak melalui pemungutan suara secara langsung menjadi anggota Komite Sekolah SMAN 29 sesuai dengan jumlah anggota tetap yang disepakati dari masing-masing unsur yakni:
a. Orang tua/wali dari peserta didik yang masih aktif di Sekolah SMAN 29 sebanyak-banyaknya 50% (lima puuh persen).
b. Tokoh masyarakat/alumni sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen).
c. Pakar pendidikan sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen).
2. Anggota Tetap Komite Sekolah SMAN 29 tidak boleh berasal dari:
a. Anggota/pengurus organisasi profesi pendidik.
b. Pengurus partai politik.
c. Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Sekolah SMAN 29.
d. Penyelenggara Sekolah SMAN 29.
e. Pemerintah desa.
f. Forum koordinasi pimpinan kecamatan.
g. Forum koordinasi pimpinan daerah.
h. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
i. Pejabat pemerintah/pemerintah daerah yang membidangi pendidikan.
3. Anggota Tetap Komite Sekolah SMAN 29 berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 15 (lima belas) orang.
4. Susunan kepengurusan Komite Sekolah SMAN 29 terdiri dari ketua, sekertaris, dan bendahara yang dipilih dari dan oleh anggota tetap Komite Sekolah SMAN 29 secara musyawarah mufakat dan/atau melalui pemungutan suara.
5. Susunan kepengurusan Komite Sekolah SMAN 29 juga terdiri dari bidang-bidang yang dipilih dari dan oleh anggota tetap Komite Sekolah SMAN 29 secara musyawarah mufakat dan/atau melalui pemungutan suara.
6. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 sebagaimana dimaksud pada ayat 4 ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
7. Ketua Komite Sekolah SMAN 29 sebagaimana dimaksud pada ayat 2 diutamakan berasal dari unsur orang tua/wali peserta didik aktif.
Pasal 5
Ayat 1
STRUKTUR KEPENGURUSAN

Struktur kepengurusan Komite SEKOLAH SMAN 29 periode 2018-2021 adalah:
Penanggungjawab : Kepala Sekolah
Ketua : Anto Mardiyanto, ST, MSc
Sekretaris : Eko Adji Buwono, ST
Bendahara : Ade Ernawati S

Anggota
Humas : Dwi Cesario FP, B. Arch
Akademik : Dewanti L
Dana Usaha : Chaya P. Sofyan
Ekskul & OSIS : Endah Ratna Purbasari
Sarana & Prasarana : Rizman Nursyaf

Ayat 2
MEKANISME PERGANTIAN PENGURUS

Keputusan pergantian pengurus dilakukan dalam rapat pleno anggota yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah anggota dan disetujui sekurang-kurangnya lebih dari 50% (lima puluh persen) anggota yang hadir.

Ayat 3
SEBAB-SEBAB PERGANTIAN ATAU PEMBERHENTIAN PENGURUS DAN/ATAU ANGGOTA
1. Berakhirnya masa bakti.
2. Meninggal dunia.
3. Mengundurkan diri.
4. Berlakunya peraturan perundang-undangan yang baru.
5. Melanggar ketentuan organisasi.
6. Dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai pengurus Komite Sekolah SMAN 29 melalui rapat Komite Sekolah SMAN 29.
7. Melakukan intimidasi terhadap manajemen Sekolah SMAN 29.
8. Menyebarkan fitnah, provokasi, dan mencemarkan nama baik Sekolah SMAN 29.
9. Mengambil keputusan secara sepihak dan/atau hanya beberapa orang tidak kolektif kolegial.
10. Melanggar larangan yang tidak bisa dilakukan oleh Sekolah SMAN 29.
11. Berstatus tersangka.
12. Sakit atau alasan lain sehingga tidak bisa melaksanakan kedudukan, tugas, dan fungsi kepengurusan Komite Sekolah SMAN 29.

Ayat 4
MEKANISME PEMBERHENTIAN PENGURUS/ANGGOTA
1. Pemberhentian karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 Ayat 3.5 sampai dengan Ayat 3.12 dilakukan melalui rapat Komite Sekolah SMAN 29 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Sekolah.
2. Rapat sebagaimana dimaksud pada Ayat 4.1 dilaksanakan atas prakarsa Kepala Sekolah, Orang Tua/Wali Peserta Didik, atau sebagian pengurus Komite Sekolah SMAN 29.
3. Pengurus/anggota yang berhenti atau diberhentikan sebelum masa bakti berakhir tidak dilakukan penggantian keanggotaan sampai berakhirnya masa bakti.
BAB II
RINCIAN TUGAS KOMITE SEKOLAH SMAN 29

Pasal 6
1. Menyelenggarakan rapat sesuai dengan program yang telah ditentukan.
2. Menyusun program kerja bersama-sama dengan Sekolah.
3. Membantu merumuskan dan menetapkan visi, misi, tujuan dan dasar filosofi lainnya bersama-sama dengan pihak Sekolah.
4. Berkoordinasi dan berkonsultasi dengan dewan pendidikan, dinas pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.
5. Melakukan penggalangan sumbangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
6. Membangun kerjasama dengan pihak lain dalam rangka upaya meningkatkan mutu pendidikan.
7. Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait:
a. Kebijakan dan program Sekolah.
b. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS).
c. Kriteria kinerja Sekolah.
d. Kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah.
e. Kriteria kerjasama Sekolah dengan pihak lain.
8. Mengawasi pelayanan pendidikan di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
9. Menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi dari peserta didik, orang tua/wali, dan masyarakat serta hasil pengamatan Komite Sekolah SMAN 29 atas kinerja Sekolah.
10. Menegakkan tata tertib Sekolah.
11. Membantu Sekolah dalam terselenggaranya ketertiban, ketenteraman, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan di Sekolah.
12. Mewujudkan komunikasi positif dan saling mendukung antara Komite Sekolah SMAN 29 dengan Sekolah.
13. Mewujudkan hubungan yang sinergi dan saling mendukung antara Sekolah dengan lingkungan sekitar.
14. Mewujudkan hubungan yang sinergi dan saling mendukung antara Sekolah dengan aparat keamanan.
15. Membantu pencegahan dan penanggulangan kekerasan, perkelahian, kenakalan, serta penyalahgunaan obat terlarang, minuman keras dan zat adiktif di dalam dan di luar Sekolah oleh peserta didik.
16. Mewujudkan Sekolah indah, damai dan anti korupsi.
17. Mewujudkan Sekolah bebas dan bersih dari organisasi/perkumpulan geng/kelompok negatif, tidak mendidik dan/atau tidak sah.
18. Mewujudkan pencegahan dan penanggulangan pornografi, pornoaksi, pergaulan bebas dan/atau HIV AIDS.
19. Memberi masukan terhadap pelaksanaan dan pengembangan kurikulum.
20. Membuat laporan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas dan program kerja Sekolah kepada warga Sekolah dan pemangku kepentingan.
21. Tugas setiap pengurus dan bidang akan ditetapkan terpisah dalam dokumen Struktur Organisasi Komite Sekolah SMAN 29 yang menjadi lampiran dan satu kesatuan dengan Anggaran Rumah Tangga ini.
BAB III
MEKANISME RAPAT

Pasal 7
1. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 melaksanakan rapat kerja pengurus sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.
2. Apabila dalam rapat pleno anggota jumlah anggota yang hadir belum mencapai quorum, maka dapat ditangguhkan selama 2 (dua) kali 30 (tiga puluh) menit.
3. Apabila dalam tenggang waktu tersebut jumlah anggota yang hadir belum juga memenuhi quorum, rapat dianggap sah dan dapat dilanjutkan.
4. Keputusan dinyatakan sah jika disetujui lebih dari 50% (lima puluh persen) anggota yang hadir.
BAB IV
KERJASAMA

Pasal 8
1. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 dapat menjalin kerjasama dengan pihak instansi terkait dalam rangka upaya pencapaian tujuan kegiatan atas sepengetahuan Sekolah.
2. Pengurus Komite Sekolah SMAN 29 memiliki hubungan tata kerja dengan Sekolah lainnya, Dinas Pendidikan, organisasi profesi, asosiasi dunia usaha dan industri, dan kemasyarakatan nasional dan internasionaldengan tetap memperhatikan dan mengedepankan kemandirian demi menjaga kredibilitas Komite Sekolah SMAN 29.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 9
1. Apabila dalam Anggaran Rumah Tangga ini terdapat ketentuan yang dianggap bertentangan dengan Anggaran Dasar maka yang berlaku adalah ketentuan Anggaran Dasar.
2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dan ditetapkan kemudian.
3. Anggaran Rumah Tangga ini disesuaikan oleh satuan pendidikan masing-masing berdasarkan karakteristik, kondisi dan kemampuan Sekolah.
4. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan.
===============================